BANTUL - Puluhan warga Desa Tamanan, Kecamatan Banguntapan, mengamuk di Puskesmas II Banguntapan. Mereka menendang beberapa perabotan yang ada di luar dan di dalam puskesmas. Lebih jauh, warga bahkan melempar kursi tunggu pasien. Beberapa di antaranya juga menendang, serta memukul-mukul mobil ambulans yang terpakir di halaman puskesmas. Aksi spontan ini membuat pasien serta petugas Puskesmas Banguntapan II tunggang langgang menyelamatkan diri. Beruntung, saat kejadian puluhan aparat TNI dan Satpol PP Bantul melakukan pengamanan. Tak berselang lama, belasan anggota Brimob Gondowulung juga datang ke lokasi kejadian. Satu persatu massa berhasil dibujuk tidak berbuat anarkis. Sedang salah satu warga yang kedapatan membawa senjata tajam langsung diamankan.
Setelah dilakukan negosiasi, aparat keamanan dan warga melakukan berdialog di aula Balai Desa Banguntapan yang letaknya berdampingan dengan gedung Puskesmas Banguntapan II. Ketua Karangtaruna Tamanan Banguntapan Ibnu mengatakan, aksi warga di Puskesmas Banguntapan II merupakan puncak kekecewaan terhadap pelayanan puskesmas yang dianggap sangat buruk. Warga kecewa karena pelayanan yang buruk menyebabkan beberapa warga meninggal dunia. “Pekan kemarin, ada tiga kejadian yang membuat kami marah karena Puskesmas tidak melayani dengan baik,” katanya, Senin (19/10/2015). Ibnu menambahkan, kejadian pertama berlangsung pada Sabtu 10 Oktober 2015. Saat itu ada warga yang mengalami kecelakaan di Jalan Imogiri Barat. Namun ketika dibawa ke Puskesmas, pasien tidak segera ditangani.
Warga meminta untuk ada rujukan ke rumah sakit, namun tidak diberikan. Bahkan, ketika meminta pinjaman mobil ambulans untuk membawa pasien ke rumah sakit tidak diperkenankan. Akibatnya, pasien yang tengah sekarat itu meninggal dunia. Peristiwa ini terjadi berturut-turut, pada 15 Oktober dan 16 Oktober 2015. Namun begitu tidak ada penyesalan dari pihak puskesmas.



0 komentar:
Posting Komentar