dibawa ke rumah sakit. Karena diminta ke rumah sakit, dia lantas meminta kepada pihak puskesmas untuk membawa pasien dengan ambulans. Tetapi pihak puskesmas menolak karena alasannya harus seizin kepala puskesmas. Karena kecewa, dia dan anaknya lantas marah-marah dan bertengkar dengan petugas medis tersebut. “Dan akhirnya petugas itu bersedia mengeluarkan ambulans. Tetapi ketika diangkat ke ambulans tetangga saya sudah meninggal,” tuturnya. Rupanya kejadian itu juga terjadi pada warga lainnya. Ny Kris, warga Kauman mengaku, dirinya juga pernah mengalami persoalan yang sama. Saat itu, suaminya sakit dan dibawa ke puskesmas oleh anaknya. Saat itu, suaminya sedang kritis dan oleh pihak puskesmas diminta dirujuk ke rumah sakit. Namun pihak puskesmas menyuruh anaknya pulang dan mencari kendaraan lain ke rumah sakit. Ketika dia bersama anaknya sampai ke puskesmas dengan membawa kendaraan roda empat yang dia sewa, ternyata nyawa suaminya sudah tidak ada. Dia menyesalkan perlakuan pihak puskesmas kepada warga. Menurutnya, pihak puskesmas bisa langsung membawa suaminya ke rumah sakit karena sudah kritis dengan ambulans. Namun saat itu pihak puskesmas enggan mengeluarkan ambulans karena harus seizin dari kepala puskesmas.
“Masak ambulans tidak boleh digunakan untuk mengantar pasien rujukan dengan alasan harus seizin kepala puskesmas. Padahal kepala puskesmasnya tidak ada di tempat,” tuturnya.

0 komentar:
Posting Komentar